WHAT IF
Di tengah suasana yang gloomy , aku menyepi di sudut kamarku sambil mendengarkan air hujan menetes ke genting di samping jendela kamar. Memikirkan hidup, apa yang sedang kujalani, apa yang sudah kujalani. Aku pernah menjadi anak periang yang penuh mimpi, yang menjalani hari-hari dipenuhi semangat. Meski setiap bulan mimpi itu berubah tergantung buku apa yang sedang aku baca atau film apa yang sedang aku tonton, sebelum aku menetapkan satu mimpi besar yang aku pikirkan masak-masak ketika masa akhir sekolah menengah. Melihat kehidupanku saat ini, sebenarnya aku tidak pernah bermimpi untuk hidup begini. Yang aku impikan saat kecil, sungguh, bukan hidup yang seperti ini. Aku sempat kehilangan mimpiku selama beberapa tahun. Hidup hanya mengalir mengikuti arus, tanpa tahu tujuan akhirnya bermuara ke mana. Mungkin, hal itu yang menjadi salah satu penyebab hidupku menjadi seperti ini. Aku merasa sedikit menyesal, beberapa tahun ke belakang aku diliputi rasa takut dan tidak percaya diri. Aku se...