Rasa Ikhlas dan Periode Menerima
Sebuah pelajaran beharga. Setelah melihat sisi lain dari salah satu orang yang aku jadikan panutan (setidaknnya dalam hal akademis) ternyata memiliki sisi struggling juga dalam hidupnya. Aku tidak sengaja mengetahui bahwa karir yang sedang dia bangun, ternyata sejak awal sudah memiliki kendala. Hebatnya yang kulihat sejauh ini, dia masih melanjutkan apa yang dia usahakan. Ternyata dia memiliki opsi untuk mengatasi hambatan tersebut. Aku... Aku sendiri merasa sayang akan potensi. Jujur setelah menyadari beberapa hal, aku menyesal. Mengapa aku tidak memaksa maju sedikit lagi. Sedikit saja. Tetapi ternyata aku kalah oleh banyak hal yang aku pikirkan. Menggerogoti kepercayaan diri. Hingga merasa rendah, akankah aku mampu? Tolong doakan aku untuk kembali memulai ulang mindset , menumbuhkan kembali semangat, dan menguatkan pikiran serta tekad. Kita semua boleh. Kita semua mampu. Kita semua layak.