Postingan

Menampilkan postingan dari 2025

Rasa Ikhlas dan Periode Menerima

Sebuah pelajaran beharga. Setelah melihat sisi lain dari salah satu orang yang aku jadikan panutan (setidaknnya dalam hal akademis) ternyata memiliki sisi  struggling juga dalam hidupnya. Aku tidak sengaja mengetahui bahwa karir yang sedang dia bangun, ternyata sejak awal sudah memiliki kendala.  Hebatnya yang kulihat sejauh ini, dia masih melanjutkan apa yang dia usahakan. Ternyata dia memiliki opsi untuk mengatasi hambatan tersebut. Aku... Aku sendiri merasa sayang akan potensi. Jujur setelah menyadari beberapa hal, aku menyesal. Mengapa aku tidak memaksa maju sedikit lagi. Sedikit saja. Tetapi ternyata aku kalah oleh banyak hal yang aku pikirkan. Menggerogoti kepercayaan diri. Hingga merasa rendah, akankah aku mampu? Tolong doakan aku untuk kembali memulai ulang mindset , menumbuhkan kembali semangat, dan menguatkan pikiran serta tekad.  Kita semua boleh. Kita semua mampu. Kita semua layak. 

Berapa Hari

~  Hari itu sebuah rangkaian bunga jatuh ke pelukanku Sebuah mitos berbisik "dalam waktu cepat, akan ditemukan takdirmu" Seperti sebuah mantra yang membuatku tergelak tetapi aku tahu Sebenarnya ini bukanlah sebuah keniscayaan, aku tidak harus patuh Cukup aku berbahagia dengan doa-doa yang dilafalkan Aku tidak boleh menjadi yang paling tahu di hadapan Tuhan Sabar... Segala sesuatu akan berada pada tempatnya di waktu yang diizinkan Sepuluh hari... seratus hari... dua ratus hari... hingga ribuan... Aku tidak akan peduli, akan kuhitung hingga waktu itu tiba ~

Gagal yang Berhasil

Aku takut memulai. Pemikiran itu aku sadari sudah tertanam jauh di dalam diriku. Aku sadar, aku terlalu overthinking untuk segala sesuatunya. Jadi, beberapa waktu lalu aku memutuskan untuk mencoba keluar dari pemikiran itu.  Salah satu mimpiku dalam hidup adalah melanjutkan pendidikan, tidak berhenti di sini, tidak merasa puas dengan milestone -ku yang sekarang. Untuk mewujudkannya, aku selalu melakukan perhitungan untuk A, B, C, dan seterusnya. Apa saja yang dibutuhkan, apa saja yang harus dipersiapkan, banyak sekali. Satu-satunya pilihan untuk aku melanjutkan studi adalah melalui beasiswa. Seperti gayung bersambut, April kemarin aku mendapat kabar pembukaan salah satu beasiswa dari pemerintah. Jika lolos, bisa mendapatkan biaya studi, biaya hidup sehari-hari, penelitian, publikasi dan sebagainya.  Aku tentu saja tergiur. Lalu aku cek persyaratannya... ah tidak terlalu rumit pikirku. Tahapan seleksinya juga tidak terlalu panjang seperti beasiswa lainnya, sebut saja misalnya L...

Reset

Gambar
Memulai 2025 sedikit terlambat karena hari pertama dihabiskan dengan tidur, tidur, dan tidur. Benar-benar definisi "diem gak ngapa-ngapain". Hari kedua baru mulai beranjak. Sedikit kaget melihat daftar target yang ditulis di awal tahun 2024 kemarin. Dari sekian banyak yang ditulis, hanya 2 saja yang berhasil diceklis. Not that bad . Saatnya meramu lagi rencana hidup tahun ini. Menyadari semakin hari semakin bertambah usia, semakin mempertanyakan " what is my purpose in this life? ". Makanya, di paruh akhir 2024 kemarin, aku banyak menemui kawan dan relasi. Untuk sekedar bertegur sapa yang berakhir membahas kehidupan yang dijalani masing-masing. Dari satu orang aku mengetahui bahwa berani dalam melangkah harus berani juga dalam mengambil risiko. Gagal sampai jatuh jauh ke inti bumi pun tidak akan menjadi masalah jika aku bisa menanggung risikonya, berbenah agar kegagalan serupa tidak terjadi lagi. Dari satu orang yang lain, aku belajar bahwa untuk mengejar target, ha...