Tidak Apa-apa, Kan?

Katanya,  frontal lobe berkembang maksimal di umur 25 tahun, sepertinya hal itu sedang terjadi padaku. Aku baru saja punya tujuan besar yang ingin aku capai. Aku baru saja mendeklarasikan bahwa aku menemukan cita-citaku. Dan aku baru menyadari bahwa cita-cita inilah yang sejak kecil aku inginkan, ternyata tidaklah mustahil untuk dikejar. 

Dulu, ah dulu itu terlalu jauh. Tahun 2024, kukira hidupku sudah buntu. I thought it was the ending of my "own" life. Aku diberi tanggung jawab masalah besar yang harus diselesaikan dalam jangka waktu yang lama. Kukira kehadiranku itu tujuannya memang untuk menghadapi masalah itu. 

Tetapi, lama kelamaan aku merasa lelah. Lelah karena hidup monoton tanpa ada keinginan berarti. Setiap hari pergi bekerja, pulang, bekerja, pulang. Aku lelah, hingga pada suatu waktu aku menyadari bahwa ini bukanlah hidup yang aku dambakan, bukan seperti ini hidup ideal yang sejak dulu aku imajinasikan. Aku terkurung pemikiranku sendiri bahwa orang seperti kami belum layak.

2025 berjalan. Puncaknya, aku muak hidup hanya menyelesaikan masalah itu saja. Aku merasa seperti robot yang diprogram melakukan hal tertentu dengan rutinitas yang sama setiap hari. Selama ini, hidupku hanyalah hidup. Maksudku, aku hanya mengalir terombang-ambing mengikuti arus tetapi tidak bermuara. Perahu yang aku tumpangi tidak membuka layarnya, ia hanya bergerak mengikuti kemana arah air mengalir. Aku kehilangan sparks dalam hidup.

Diberi kesadaran, menurutku sudah termasuk privilege. Akhirnya aku memutuskan memiliki sebuah target besar, aku ingin mewujudkan cita-cita yang aku impikan. Aku analisis kelemahan dan kekurangan yang aku miliki lalu aku perkirakan tindak lanjut seperti apa yang sesuai untuk kondisiku. Big target already set.

I've came to a realization that this big target is possible to reach. Aku urut dan rincikan berbagai skema untuk mencapainya. Berdasarkan pada kapabilitasku, semuanya ternyata mungkin. Jalannya ada. Umur 25-ku dirayakan dengan mengetahui target hidup yang baru, target terbesar yang pernah aku buat.

Aku juga mencoba ke luar dari zona kelembaman. Sejak tahun lalu,  sedikit demi sedikit aku mulai menambah value. Tidak mudah mengubah kebiasaan hidup dari berkegiatan monoton menjadi hidup yang diisi dengan pengembangan diri hanya dalam waktu satu atau dua malam. Aku perlu membiasakan diri. 

Aku tahu cara mewujudkannya, aku sudah tahu harus melangkah kemana saja. 

Umurku sudah menginjak 25 tahun, tidak apa-apa kan kalau baru tahu target hidup?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lembar Pertama

Berapa Hari

Support System