Answer

Bulan Juni kemarin terasa sangat banyak berkah dan rahmat (as always). Terima kasih kepada Allah SWT berkat kuasa-Nya alhamdulillah aku lulus beasiswa LPDP tahap 1 tahun 2026. Segala waktu. pikiran, tenaga yang aku curahkan selama proses seleksi, alhamdulillah Allah beri hasil terbaik. 

Sebenarnya, aku tidak terlalu berekspektasi untuk lulus beasiswa kemarin. Tujuan awal aku apply LPDP tahap 1 hanya untuk mengenali medan, karena tahun 2026 ini adalah tahun pertama aku serius dalam mengejar beasiswa dan studi lanjut. Dengan zero expectation, aku ikuti semua alurnya. Lolos seleksi administrasi, lolos seleksi bakat skolastik, hingga akhirnya lolos seleksi substansi. Penguman tanggal 22 Juni kemarin meski sangat ngaret, lebih dari jam 11 malam, akhirnya berbuah manis. Karena meskipun aku tidak men-setting harapan tinggi, tetap saja aku menunggu dan berandai-andai untuk lulus. Aku cek berkala tiap beberapa jam, hingga mengerucut menjadi beberapa menit. Dan ketika aku melihat keterangan bahwa aku lolos, bahagiaku membuncah, aku menangis bahagia, diliputi oleh ketidakpercayaan: TERNYATA AKU MAMPU HINGGA SEJAUH INI.

Satu hal yang ingin aku tekankan, bahwa suatu pencapaian bukanlah hal yang instan. Aku memperbaiki diri. Aku mendedikasikan waktu untuk belajar, riset terkait seluk beluk beasiswa, mencari informasi kampus yang relevan, mencari tahu siapa tokoh yang bisa aku jangkau, intinya aku bertumbuh dan berubah.

Aku menciptakan ritme kehidupan baru yang diisi dengan pengembangan diri yang mendukung untuk target tersebut tercapai. Aku mengukur, apa yang bisa aku lakukan ketika aku mendapatkan target tersebut. Aku juga menetapkan target baru: apa yang akan aku lakukan setelah target tersebut tercapai? apa kebaikan yang bisa aku lakukan dengan modal "mencapai target" tersebut?

Aku juga bermain peran, tentang bagaimana aku akan hidup jika aku diberikan jalan menuju target. Aku memperbaiki hubungan dengan Allah, manusia, dan lingkungan. Aku berusaha memberi dampak, untuk diriku sendiri dan untuk lingkungan. 

Khusus untuk diriku, aku menetapkan law of attraction. Begini, aku melakukan hal-hal seakan aku sudah mencapai target yang aku tuju itu. Belajar bahasa Inggris sedikit demi sedikit, aku niatkan untuk mendapat skor tes yang cukup dan memahami isi jurnal internasional dan fasih untuk berbincang dalam forum internasional. Aku belajar koding lagi, untuk memberi aku skill untuk pengolahan data ketika penelitian nanti. Aku juga membeli barang, yang aku niatkan "aku membeli barang ini agar terpakai lama hingga aku kuliah nanti". 

Aku menarik perasaan optimis. Aku melihat sesuatu tercapai karena dari awal kita sudah menciptakan kondisinya. Bukan karena kita beruntung atau hoki. Tetapi karena memang kita berusaha menciptakan hal itu terjadi. Dan untuk melakukan hal tersebut, kita hanya perlu keluar untuk BERGERAK. Bergerak untuk memulai, bergerak untuk melangkah ke arah target. Urusan belum tercapai, mungkin akan sedikit kecewa. Tetapi itu juga menjadi indikasi bahwa kita tidak hanya diam merengek tanpa aksi. Kita sudah berusaha, dan itu juga sudah merupakan suatu pencapaian.

Tentu saja aku melakukan usaha dibarengi doa dan tawakal, percaya bahwa Allah memberikan skenario yang paling cocok dan paling baik untuk kita. Entahlah, aku merasa semakin bijak menghadapi hidup, tiap melakukan hal, aku sudah merasa legowo dari awal akan hasilnya. Terwujud, alhamdulillah. Belum terwujud, ya sudah coba lagi. 


Hidup harus terus berjalan. Esok mungkin kita sampai.



-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


*sedikit tambahan

Pertanyaan besar terkait mimpi untuk menjadi "siapa" dalam hidup, sudah aku ketahui alurnya, kemana saja aku harus melangkah, sudah ada starting point-nya, sudah tersedia jalur yang harus aku lewati. Meskipun begitu, masih banyak pertanyaan kehidupan (#asekkk) yang harus aku temukan jawaban. Salah satunya, masalah yang sangat bergema untuk manusia seumuran aku: urusan romansa. Melihat sekarang, apakah sudah saatnya aku serius mempertimbangkan?

Setelah perjalanan panjang menemukan jati diri ini aku rasa sudah di jalurnya, mungkin selanjutnya aku akan berbicara juga terkait romansa, terkait hubungan dengan intensi positif di masa depan. Tenang saja, aku akan tetap lanjut berbicara terkait struggle-nya adult life😄

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lembar Pertama

Berapa Hari

Support System